aku sendiri
ketika kau tinggalkan aku di trotoar tanpa kata-kata
dan kau melaju dengan tunggangan hitammu berpenumpang entah wanita siapa yang tidak aku
tahu
aku putuskan
pergi tanpa menunggu dengan hati tersayat
kususuri jalan yang mulai dirayapi gelap dengan gelayut tanda tanya besar memberati kepala
aku sendiri
ketika sendi-sendi ku tiba-tiba nyeri tak ku mengerti
berat untuk ku gerakkan
tak berdaya tanpa nutrisi
diterpa rintihan cacing-cacing perut yang tak henti meracau
aku teteskan air mataku
ditengah ketidakberdayaan dan kesendirian
aku tidak mengerti kenapa harus kau biarkan aku berlalu dengan air mata
aku tidak suka kau selalu bergegas ketika ku ingin habiskan waktu lebih lama
kau mau aku tidak membuatmu menunggu
tapi kau buat aku menunggu tanpa sesuatu yang pasti, membuang sia-sia waktu dan membuatku menunda kerjaku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar