Rabu, 30 Desember 2009 0 komentar

berikan malam cerah untuk malam akhir tahun ini

tiktiktik
bunyi hujandiatas genting
lagu dari masa kecil sebagai theme song di musim hujanhujan yang selalu dinanti
karena kalau hujan datang, adalah kesempatan besar untuk menikmati
guyuran shower alami ciptaan yan Maha Kuasa.
teras depan rumah jadi arena berseluncur
menampung air hujan dengan kaos yang basah kuyup
dan berharap hujan tak akan berhenti
untuk memperpanjang dan memperbesar volume hujan
berdendanglah

hujan ka gede ke di bere pais dage

sambil terus berharap hujan akan terus turun membasuh keringat, menghanyutkan daki-daki
tapi kalau boleh hari ini aku tidak mau lagu-lagu itu diperdendangkankarena malam ini maunya menjadi malam cerah agar kembang-kembang api bisa
berloncatan lincah mengiringi pergantian tahun...agar misa syahdu menutup tahun ini tidak semakin mencekam dengan rintik hujan diatas genting biara

dan yang penting aku tidak akan menyanyikan lirik

hujan ka gede ke di bere pais dage
supaya hujan menghentikan niatnya untuk turun ke bumi menyapa manusia, hewan dan tumbuhan yang ia rindukan. Teramat memilukan nasib saudara-saudara yang dicurahi sedikit hujan tapi rumah dan harta bendanya terendam...tergenang air hujan yang coklat tidak jernih seperti air hujan yang dulu sering kunanti dan memandikan aku..
ditambah plastik-plastik dan entah kotoran apa lagi..

hari ini mari kita nyanyikan dengan lantang

panon poe geus moncorong...atau
udara cerah berlangit biru....lallaalalalaaa





Selasa, 29 Desember 2009 0 komentar

cita-cita diatas bantal

Ambil bantal panjang itu
Ijinkan aku rebahkan sejenak angan dan mimpiku
Ratusan yang selalu kurajut
Pertalian benang yang indah dan warna-warna cerah mendominasi
Memutuskan gumpalan-gumpalan benang terikat mati
Tentang hari depan
esok...
dimana akan bernaung menyusun atap-atap
melindungi dari rintik hujan dan derasnya badai
meski hari ini sekedar wacana
esok
kita susun pondasinya saja dulu
untuk berdirinya dinding dan tertopangnya rumbia kehidupan
bukan sekedar diatas bantal panjang
dengan mata terpejam
0 komentar

debu->sapu

Sore itu dengan penat yang masih menggelayut di kepala mau tidak mau kurapikan kamarku. Kamar yang sudah aku tinggali selama hampir 2 tahun ini. Kamar berukuran 3x3,5 m bercat biru pupus teramat pupus dengan pintu bercat coklat yang sudah jadul dan kalau tidak ditambal dengan kertas dan perekat akan jadi jalur perjalanan anak-anak tikus dan kecoa. Dan kalau itu terjadi pasti akan sangat mengganggu acara tidur malam dan pasti menuntut untuk begadang. Karena siapa yang mau dibawah kasur tempat tidur bercericit anak tikus yang bingung mencari jalan keluar dan tak tahu harus bertanya kepada siapa bukan karena ia malu bertanya.
Kamar seadanya dengan jendela lebar tapi tidak memberi cukup cahaya matahari dan gorden hijau yang selalu tertutup, yang aku pilih karena lebih luas dari kamar-kamarku sebelumnya dan yang lebih penting harga sewanya yang pas untuk kantongku.
Sudah seminggu ini aku biarkan kamarku berserakkan seperti kapal teramuk badai. Kertas-kertas dengan coretan yang menurutku penting untuk penulisan tugas akhirku.
Aaaahhh aku harus lebih cepat merapikan kertas, buku, yang berbaur dengan debu..Aku tumpuk kertas-kertas itu diatas kardus yang penuh dengan buku. Buku-buku yang sengaja aku pisahkan dari kawanannya untuk memudahkan ketika aku membutuhkannya sebagai referensi tugas akhir yang entah kapan akan berakhir. Aku jadikan sebuah pojok sebagai tempat bersemayamnya buku dan kertas itu.
Dan oh la la kulirik tempat tidur apek tambah lagi seprai yang sudah kumal karena seingatku 2 bulan ini aku sudah menjadikannya sebagai alas kemalasan ketika aku lelah dan tak sanggup lagi untuk bertukar kasut atau membasuh raga...langsung rebah. Belum lagi sarung bantal dan guling yang telah kulukisi pulau-pulau bercampur keringat dan bau rambut yang belum dikeramas.
Kutarik dan kulolosi semuanya dari kasur dan bantal-bantal yang menjadi teman tidurku selama ini. Kuhempaskan ke dalam ember cucian...PR baru untuk besok.
Kupasangkan seprai baru untuk menutupi apeknya kasur kapuk dan sarung-sarung baru untuk lepeknya bantal-bantal kesukaanku. Ditarik ujung-ujung seprai dilipat ke bagian bawah kasur agar rapi dan indah dipandang mata. Kutata bantal-bantal diatasnya dan kulipat selimut diatasnya.
Debu-debu nakal yang menggelitik hidung, menempel di meja, langit-langit, kolong ranjang, kolong lemari..Mari kemari akan kusapu dan kulenyapkan dari tahtaku yang telah rapi..Atau aku akan gatal-gatal dan bersin-bersin sepanjang hayat...
Waaahhh...rapi bersih...dan malam ini akan tidur nyenyak karena letih berbenah..Karena malam ini ada alas rebah cerah yang menunggu untuk disesah raga dan pikiran yang lelah siap untuk menjamah ketidaksadaran alam mimpi dan menyiapkan diri jelang esok..
dan besok kembali debu...untuk disapu
Senin, 14 Desember 2009 0 komentar
Ingatkan saya akan luka-luka di tempat ini
Ingatkan saya akan kata-kata tajam di tempat ini
Ingatkan saya akan perlakuan-perlakuan yang membuat merasa kecil dan tidak berarti
muak!!!!!!!
dan meyakinkan saya bahwa ini bukan tempat untuk saya
dan saya bisa lebih baik tanpa mereka!!!!!
 
;