Senin, 22 Maret 2010 0 komentar

Tuhan...dengarkan

Tuhan...
maaf aku mengganggu...
menyita waktuMU

maaf... karena hanya ketika aku gelisah dan merasa tak ada tempat yang pantas untuk berkeluh kesah karena ketidakpercayaanku akan manusia..

maaf...aku hanya datang dan mengetuk pintuMu ketika aku penuh tak dapat menampung keluh dan hanya pintuMu yang ingin kuketuk...hanya pintuMu yang berdaun pintu

Tuhan...
keluhku masih sama dengan yang kemarin, dua hari lalu, tiga hari lalu, dan hari-hari lalu lainnya
semoga Engkau tidak bosan...

Tuhan...
aku tidak mengerti arti sebuah hidup
arti relasi manusia dengan manusia
ketika aku berbicara mereka mau aku diam
dan ketika aku diam mereka mau aku berbicara
ketika aku berada diluar mereka, mereka pikir aku hanya mau dengan diriku saja
ketika aku mencoba menjadi bagian dari mereka tidak selalu aku diterima dan tidak selalu aku rasakan hangatnya cinta

Tuhan...
aku mencoba mengerti
tetapi tidak selalu aku paham
selalu aku ingin bertanya
tetapi tidak ada jawaban yang aku temukan
terkadang hanya ada larangan untuk tidak mempertanyakan

Tuhan...
aku hanya tidak memiliki keberanian yang sangat besar
untuk menjadi bagian dari sebuah kehidupan
ketika aku merasakan betapa sakitnya penolakan
aku sangat ragu untuk mencari tempat perlindungan
karena aku takut semua pintu tertutup dan tak ada yang membuka

Tuhan...
aku mencoba untuk tidak peduli dengan reaksi apapun
bergeming....
tapi ternyata hatiku tidak setegar batu karang
karena batu karang pun akan habis terkikis derasnya ombak

Tuhan...
kalau aku pergi dan berlalu
akankah menjawab segala pertanyaanku
akan ketidaknyamanan hidup????
Kamis, 18 Maret 2010 0 komentar

belajar--dengar--diam


learn...
listen...


hari-hari esok yang mungkin boleh aku jalani
biarkan selalu menjadi waktu untuk belajar
apapun yang terjadi dalam hidup adalah belajar dan pelajaran
belajar dan pelajaran yang sulit untuk diketahui makna benar dan salah
benar dan salah menjadi relatif
tergantung bagaimana orang memandang
dari berbagai arah dan sudut dengan derajat yang tak sama ukuran dan takaran

kalau kesempatan itu masih diberikan dan boleh aku dapatkan
aku mau terus belajar tentang arti hidup dan kehidupan
hidup dan kehidupan yang selalu ingin kubuat mudah
walau dalam kenyataannya tak selalu mudah
terlalu banyak hal yang awalnya dan semestinya mudah malah dipersulit
demi sebuah keajegan peraturan dan birokrasi
yang kalau diamati lagi kadang peraturannya terasa janggal dan kurang masuk diakal
yang ada malah membatasi perkembangan dan kemajuan

kalau boleh telinga ini mendengar dan mendengarkan
demi sebuah proses belajar dan memperoleh pelajaran untuk jalannya hidup dan kehidupan
hanya telinga yang menangkap radar-radar dan sinyal-sinyal
...cacian...
...pujian...
...rayuan...
...fitnah...
biarkan gendang telinga yang menangkap getarannya dan diubah menjadi sinyal-sinyal ke otak...
dan jangan biarkan mulut terbuka satu mili pun
bertahan, tahan diri, untuk kembali mengubah gelombang kata-kata menjadi sebuah sikap yang lebih bijaksana
 
;