Sore itu dengan penat yang masih menggelayut di kepala mau tidak mau kurapikan kamarku. Kamar yang sudah aku tinggali selama hampir 2 tahun ini. Kamar berukuran 3x3,5 m bercat biru pupus teramat pupus dengan pintu bercat coklat yang sudah jadul dan kalau tidak ditambal dengan kertas dan perekat akan jadi jalur perjalanan anak-anak tikus dan kecoa. Dan kalau itu terjadi pasti akan sangat mengganggu acara tidur malam dan pasti menuntut untuk begadang. Karena siapa yang mau dibawah kasur tempat tidur bercericit anak tikus yang bingung mencari jalan keluar dan tak tahu harus bertanya kepada siapa bukan karena ia malu bertanya.
Kamar seadanya dengan jendela lebar tapi tidak memberi cukup cahaya matahari dan gorden hijau yang selalu tertutup, yang aku pilih karena lebih luas dari kamar-kamarku sebelumnya dan yang lebih penting harga sewanya yang pas untuk kantongku.
Sudah seminggu ini aku biarkan kamarku berserakkan seperti kapal teramuk badai. Kertas-kertas dengan coretan yang menurutku penting untuk penulisan tugas akhirku.
Aaaahhh aku harus lebih cepat merapikan kertas, buku, yang berbaur dengan debu..Aku tumpuk kertas-kertas itu diatas kardus yang penuh dengan buku. Buku-buku yang sengaja aku pisahkan dari kawanannya untuk memudahkan ketika aku membutuhkannya sebagai referensi tugas akhir yang entah kapan akan berakhir. Aku jadikan sebuah pojok sebagai tempat bersemayamnya buku dan kertas itu.
Dan oh la la kulirik tempat tidur apek tambah lagi seprai yang sudah kumal karena seingatku 2 bulan ini aku sudah menjadikannya sebagai alas kemalasan ketika aku lelah dan tak sanggup lagi untuk bertukar kasut atau membasuh raga...langsung rebah. Belum lagi sarung bantal dan guling yang telah kulukisi pulau-pulau bercampur keringat dan bau rambut yang belum dikeramas.
Kutarik dan kulolosi semuanya dari kasur dan bantal-bantal yang menjadi teman tidurku selama ini. Kuhempaskan ke dalam ember cucian...PR baru untuk besok.
Kupasangkan seprai baru untuk menutupi apeknya kasur kapuk dan sarung-sarung baru untuk lepeknya bantal-bantal kesukaanku. Ditarik ujung-ujung seprai dilipat ke bagian bawah kasur agar rapi dan indah dipandang mata. Kutata bantal-bantal diatasnya dan kulipat selimut diatasnya.
Debu-debu nakal yang menggelitik hidung, menempel di meja, langit-langit, kolong ranjang, kolong lemari..Mari kemari akan kusapu dan kulenyapkan dari tahtaku yang telah rapi..Atau aku akan gatal-gatal dan bersin-bersin sepanjang hayat...
Waaahhh...rapi bersih...dan malam ini akan tidur nyenyak karena letih berbenah..Karena malam ini ada alas rebah cerah yang menunggu untuk disesah raga dan pikiran yang lelah siap untuk menjamah ketidaksadaran alam mimpi dan menyiapkan diri jelang esok..
dan besok kembali debu...untuk disapu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar